» » DPR Tuding Jalan Tol Dikuasai "Aseng", Ini Jawaban Basuki
News, Health, Fashion, Otomotif, and Insurance
Article information
  • Tanggal: 7-12-2017, 10:36
7-12-2017, 10:36

"DPR Tuding Jalan Tol Dikuasai "Aseng", Ini Jawaban Basuki"

DPR Tuding Jalan Tol Dikuasai "Aseng", Ini Jawaban Basuki


Pemerintah menampik isu terkait rencana penjualan tol, guna mencari dana untuk membangun proyek infrastruktur lainnya. Meski demikian, pemerintah menyiapkan beragam skema pembiayaan agar target pembangunan infrastruktur dapat tercapai.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, dibutuhkan investasi sekitar Rp 260 triliun hingga Rp 300 triliun untuk merealisasikan target pembangunan jalan tol.

"Sedangkan, APBN sendiri sebagai dukungan pemerintah tidak lebih dari tujuh persennya," kata Basuki di Kompleks Parlemen, Rabu (6/12/2017).

Untuk mengatasi persoalan financial gap infrastruktur, pemerintah melaksanakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Dengan KPBU, ada beragam manfaat yang diperoleh. Mulai dari transfer pengetahuan, project delivery yang tepat waktu, potensi investasi bagi daerah saat proyek telah rampung, serta berbagi risiko.

"Kalau jalan tol ini meleset, bukan hanya BUMN atau pengelolanya, tapi juga Kementerian PUPR dan Komisi V akan dianggap tidak perform (oleh masyarakat). Dengan adanya KPBU, penghematan APBN bisa dibawa ke daerah lain yang lebih membutuhkan government direct investment," kata dia.

Sejauh ini, ada 43 ruas tol yang masuk ke dalam proyek strategis nasional (PSN) dengan investasi yang dibutuhkan senilai Rp 421 triliun.

Dari investasi itu, 30 persen di antaranya merupakan ekuitas badan usaha jalan tol (BUJT) dan 9 persen merupakan dukungan pemerintah yang bersumber dari APBN maupun pinjaman yang dilakukan pemerintah guna menaikkan internal rate of return (IRR).

Dalam hal ini, Basuki mencontohkan, pinjaman yang bersumber dari pemerintah China atau loan China yang sering dituding "aseng".

"Kalau mengacu kalimat Pak Sungkono (anggota Komisi V), itu semua ruas itu ada asengnya. Itu mungkin beliau terlalu emosi atau semangat. Hanya Kualanamu, Manado-Bitung, Samarinda-Balikpapan, dan Solo Ngawi. Satu lagi Cisumdawu," kata Basuki.

Sementara, 61 persen sisanya bersumber dari pinjaman yang dilakukan BUJT. Itu pun, sebut dia, ada beragam jenis mulai dari penerbitan obligasi, sekuritisasi pendapatan seperti yang dilakukan PT Jasa Marga (Persero) Tbk terhadap Tol Jagorawi, hingga pelepasan sebagian saham konsesi tol.

"Jangan pakai kata dijual, tapi disekuritisasi, dikerjasamakan. Asetnya tetap aset pemerintah yang diamanatkan oleh Kementerian Keuangan," tutup Basuki.

Artikel ini disalin dari:
http://properti.kompas.com/read/2017/12/07/094300621/dpr-tuding-jalan-tol-dikuasai-aseng-ini-jawaban-basuki
Loading...
Dear visitor, you are browsing our website as Guest.
We strongly recommend you to register and login to view hidden contents.